Sabtu, 26 November 2011

METODOLOGI PENELITIAN HUKUM



METODOLOGI PENELUSURAN                                        

METODOLOGI

Metodologi adalah ≈≈  Tentang cara bagaimana untuk memperoleh dan    menyusun pengetahuan yang benar berdasarkan metode  ilmiah.
Metode Ilmiah / Metode Keilmuan adalah ≈≈  merupakan prosedur untuk memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu.

Untuk melakukan/mencapai metode ilmiah tersebut harus melakukan beberapa langkah-langkah secara sistematis yaitu, al :
1.      Langkah perumusan masalah;
2.      Menyusun kerangka berfikir;
3.      membuat rumusan hipotesis/Asumsi (kalau perlu);
4.      Pengujian hipotesis;
5.      Penarikan Kesimpulan.

PENELITIAN

Penelitian adalah ≈≈ suatu cara untuk mencari kebenaran.
Ada beberapa pendapat para ahli mengenai penelitian yaitu, antara lain :
1.      Menurut HILWAY.
Mengatakan bahwa Penelitian itu tidak lain dari suatu metode study yang dilakukan oleh seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati, dengan sempurna terhadap suatu masalah.
2.      Menurut WIDNEY.
      Mengatakan bahwa penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan kebenaran sehingga penelitian itu juga merupakan metode penelitian secara kritis.

ANTARA ILMU DAN PENELITIAN

Ilmu adalah ≈≈ merupakan pengetahuan yang sistematis dan terorganisasi sedangkan,
penelitian adalah ≈   penyelidikan yang dilakukan dengan hati-hati serta teratur dan terus menerus untuk memecahkan suatu masalah.




Hubungan antara ilmu dan penelitian adalah pada saat proses dari mulai melakukan penelitian hingga menjadi




                                       METODE PENELITIAN




Metode Penelitian Hukum                            Metode Penelitian Hukum
Normartif                                                        Sosiologis/Empiris
(diperoleh dari perpustakaan                                      (data primer)
dan bisa dibantu oleh data primer
dengan cara observasi atau
quesioner yang tujuannya untuk
menguatkan data sekunder)

Metode Penelitian Normatif
≈> Dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan perpustakaan yang
      Merupakan data sekunder lajim juga disebut sebagai Penemuan Hukum perpustakaan, sedangkan Metode Penelitian Hukum Sosiologis/Empiris dilakukan dengan meneliti data primer yang diperoleh secara langsung dalam masyarakat.

≈> Normatif bahannya sekunder
≈> Sosiologis bahannya

Oleh karena itu penelitian hukum normatif dengan penelitian hukum sosiologis/empiris dapat kita bedakan, antara lain :
§         Dalam penemuan hukum normatif kita menggunakan data sekunder
§         Ditekankan pada langkah-langkah spekulatif teoritis dan analisis normatif antara analisis secara kualitatif.

Sedangkan metode penelitian secara sosiologis/empiris dilakukan dengan mempergunakan data primer dan menekankan pada langkah-langkah observasi/pengamatan dan melakukan analisis secara empiris ataupun secara kwantitatif.



Ciri-Ciri Penelitian  Hukum Normatif
  1. Penemuan hukum itu sifatnya deskriptif analisis dengan pendekatan yuridis.
  2. Paham penelitian adalah dilakukan penelitian perpustakaan, data yang dicari adalah data Sekunder (data dari perpustakaan/literatur) dengan menggunakan :
-    Bahan Primer ≈> mis : Hukum, UU/hukum tertulis.
-    Bahan Sekunder ≈> mis : Buku-buku Hukum, Surat Edaran.
-    Bahan Tertier ≈> mis : Majalah, Tabloit.


  1. Yang menjadi landasan ialah konsep perspektif teori dan paradikma juridikal dalam penelitian mangacu pada kaedah hukum yang ada dan berlaku pada aturan hukum dan doktrin-doktrin hukum yang dikemukakan oleh pakar hukum.
  2. Dalam penemuan hukum normatif jarang dipergunakan hipotesis tetapi dipergunakan asumsi.
  3. Dalam penemuan hukum normatif analisis dilakukan secara kwalitatif denga tidak menggunakan bantuan statistik ataupun metametika.

Jenis-Jenis Penemuan Hukum Normatif

Penemuan Hukum Normatif dapat meliputi beberapa hal, antara lain :
1.      Penelitian terhadap asas-asas hukum
      Mis : Asas monogami, asas mengenai kebebasan berkontrak  hubungannya dengan perjanjian baku, asas kesepakatan dalam perjanjian baku).
2.      Penelitian terhadap sistematis hukum/sistim hukum.
      Mis : sistim hukum perdata, kriminal justise sistem.
3.      Jenisnya penelitian terhadap sinkronisasi/peraturan hukum.
      Mis : - masalah kedewasaan yang tidak singkron
               - batas usia yang tidak singkron
4.      Penelitian tentang perbandingan hukum (comparatif)
      Mis : perbandingan sistim hukum common law dengan sistim  hukum civil law.
5.      Penelitian sejarah hukum.





Contoh Judul : “ Bergesernya Asas Legalitas Terhadap Hak Asasi  Manusia “.
Retro aktif adalah ≈> memberlakukan hukum dimana kesalahan terlebih dahulu dari hukumnya, dan hukum yang baru dapat diberlakukan terhadap kesalahan yang sebelumnya telah dilakukan.
Dalam sistematis hukum
Mis : Penelitian terhadap perjanjian
         ?? apakah bisa perjanjian dilakukan antara orang yang tinggal di Indonesia dengan orang yang tinggal di luar negeri.
        >> Dalam hukum perdata perjanjian yang dibuat oleh para pihak tidak hanya mengikat terhadap apa yang diperjanjikan di dalamnya tetapi apa yang dibuat dan dinyatakan menjadi suatu perjanjian.


                                                                               
Penelitian mengenai Asas-Asas Hukum
         
Penelitian terhadap asas hukum seperti misalnya penelitian terhadap hukum positif yang tertulis atau penelitian terhadap kaedah-kaedah hukum yang hidup di masyarakat.
Penelitian asas-asas hukum ini meliputi :
a.      Asas hukum Konstitutif.
b.      Asas hukum Regulatif

Khusus mengenai asas hukum Regulatif ini kita bisa mencari asas-asas yang sejajar dengan perbedaan menjadi asas hukum umum dan asas hukum khusus.
Asas hukum Regulatif itu ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus, begitu juga asas konstitutif ada yang bersifat umum dan bersifat khusus.
Contoh Asas yang bersifat hukum umum dan khusus :
-          Asas masa tunggu/iddah
-          Asas keseimbangan dalam perkawinan (keseimbangan antara suami dan istri).





*      Asas hukum konstitutif adalah merupakan asas yang harus ada dalam suatu sistim hukum;
*      Asas-asas hukum Regulatif adalah suatu asas yang kita perlukan untuk dapat berprosesnya sistim hukum tersebut.

Sedangkan asas-asas hukum khusus merupakan suatu perwujudan kekhususan masyarakat dan kebudayaan yang tercermin dalam hukum.
Misalnya : Sistim hukum monogami, sistim hukum poligami.

Didalam Hukum Tata Negara kita dapat mengambil contoh asas yang bisa kita teliti (termasuk asas konstituf) antara lain :
Misalnya :
  1. Asas Reprentatif;
  2. Asas Triaspolitika;
  3. Asas Rule of Law;
  4. Asas kemandirian kehakiman;
  5. Asas desentralisasi fungsional dan teritorial.

Contoh asas-asas dalam sistim hukum administrasi negara, yaitu :
  1. Dapat meneliti asas tingkah laku aparatur negara
Contoh : asas good goverment/asas pemerintahan yang baik.
  1. Asas perjanjian Administrasi Negara dengan partikuler
§   Contoh Asas-asas dalam Hukum Pidana :
   - Asas Legalitas;
   - Asas-asas mengenai delneming (turut serta)
   - Asas Nebis in Idem (seseorang tidak bisa dituntut 2 kali dalam perkara yang sama).
   - Asas kesalahan.
   - Asas tiada hukum tanpa kesalahan.

§   Contoh Asas-asas dalam Hukum Perdata :
   - Asas On Recht Matighdad (asas kebebasan berkontrak)
         - Asas Facta Sun Servanda (janji itu adalah mengikat)
         - Partij Autonom (kebebasan berkontrak/setiap orang bebas
            membuat perjanjian apa saja asal tidak bertentangan dengan
            kesusilaan dan UU).






PENELITIAN TERHADAP SISTEMATIK HUKUM

Penelitian terhadap sistematik hukum ini dilakukan dengan menelaah pengertian dasar dari sistim hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan, rangka acuan yang dapat kita pergunakan adalah pengertian-pengertian dasar yang terdapat dalam sistim hukum, antara lain :
  1. Pengertian tentang masyarakat hukum;
  2. Pengertian tentang subjek hukum;
=> Subjek hukum ini merupakan pendukung hak dan kewajiban.
         Manusia dan badan hukum adalah merupakan recht person).
  1. Pengertian tentang Hak dan Kewajiban;
(mis : sejauh mana perseroan itu bisa bertanggung jawab  terhadap kerugian Pihak Ketiga).
  1. Pengertian tentang Peristiwa Hukum;
(mis : semua peristiwa hukum yang diatur oleh hukum akibatnya juga diatur oleh hukum.
            Zakwarneming = bukan merupakan suatu peristiwa hukum.
           Mis : perbuatan sukarela untuk menolong orang lain tetapi   akibatnya diatur oleh hukum.
  1. Pengertian tentang Hubungan Hukum;
  2. Pengertian tentang Objek Hukum;

Pengertian yang kita dapat ini kita jadikan krangka acuan di dalam penelitian kepustakaan yang kita pergunakan sebagai krangka konsepsional.
Mis : Subjek hukum dalam korporasi.










Tidak ada komentar: